
Kampus Al Azhar Pangkalpinang menggelar acara Seminar Parenting bertema Mencari Sekolah Ramah Anak, Sabtu (1/7/2023).
Acara tersebut manghadirkan dua narasumber yaitu Ketua Asosiasi Psikologi Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Wahyu Kurniawan dan Ust Firdaus Lc. M.Pd.
Pembacaan ayat suci Alquran oleh murid kelas 4 SD Islam Al Azhar 71 Pangkalpinang bernama Shakila Hanan Al Husna dan Ananda Kemas Abdurrahman Habibi dari kelas 3 SD Islam Al Azhar 71 Pangkalpinang menjadi pembuka acara.
Dalam ceramahnya Ust Firdaus menyampaikan tentang bagaimana menjadi orangtua yang dirindukan.
Ada beberapa kiat yang bisa dilakukan agar menjadi orang tua yang dirindukan yaitu membekali diri dengan ilmu, mengikat hati anak dan belajar dari orang lain.
“Orangtua yang tak berilmu maka mereka akan bingung dalam membimbing anak, seperti kata pepatah like parents like children,” kata Ustaz Firdaus.
Kiat kedua adalah mengikat hati dengan anak. Hal ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan anak adalah hasil cerminan yang dilakukan orangtua.
Mengikat hati anak, maka orang tua harus memahami apa yang diperlukan, apa yang diinginkan dan apa yang diharapkan oleh anak.
Orangtua tidak bisa memaksakan kehendaknya sendiri dengan dalih pilihan terbaik kepada anak.
“Memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih dan mengawasi perilaku anak merupakan satu upaya mengikat hati dengan anak,” ujar Ustaz Firdaus.
Kiat selanjutnya adalah belajar dari orang lain. Orangtua yang baik adalah mereka yang selalu mau belajar.
Pada hakikatnya belajar tidak dibatasi usia.
Belajar dari orang lain juga membuka ruang kepada orangtua untuk mendapatkan banyak wawasan baru mengenai bagaimana cara mendidik anak secara baik dan tentunya bisa langsung diimplementasikan pada keluarga sendiri.
Informasi senada juga disampaikan Wahyu Kurniawan.
Membuka seminar dengan pertanyaan “Jika kita ingin mencari sekolah ramah anak, coba tanyakan terlebih dahulu apakah kita sebagai orangtua sudah ramah kepada anak?”, Wahyu menyampaikan bahwa tidak sedikit anak-anak sekarang kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari orangtuanya.
Sehingga mereka melampiaskan keinginannya kepada hal- hal yang tidak baik.
Untuk menciptakan sekolah yang ramah anak, perlu adanya kolaborasi antara pihak sekolah dan orangtua yang solid agar lingkungan sekolah yang ramah anak dapat terwujud.
Orangtua dan guru juga harus harus mengetahui minat dan bakat anak agar anak dapat mengikuti sekolah secara baik tanpa ada paksaan.
Di sisi lain, sekolah juga harus memfasilitasi minat dan bakat anak.
Dan orangtua harus mendukung minat yang dipilih anak.
Semua itu bertujuan agar sekolah dapat menjadi tempat yang diinginkan oleh anak untuk didatangi.
“Menciptakan lingkungan belajar yang ramah tak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah. Bahkan, porsi pendidikan di rumah harus lebih banyak dari di sekolah. Agar anak tidak merasa sendiri atau seperti motherless (yatim) dan fatherless (piatu).,” jelas Wahyu.
Acara seminar ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Kampus Al Azhar Pangkalpinang kepada narasumber dan diakhiri foto bersama.

