Karim Benzema, Naziya Aqilla Zuliastari, dan Dzikra Alfarizy, murid SD Islam Al Azhar 71 Pangkalpinang peraih medali Kejurda Karate FORKI Babel 2026.

PANGKALPINANG – Ada rasa bangga yang sulit disembunyikan ketika seorang anak pulang dari arena pertandingan dengan medali di tangannya. Namun kali ini, kebahagiaan tersebut datang tiga kali sekaligus bagi keluarga besar SD Islam Al Azhar 71 Pangkalpinang.

Tiga murid berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada Kejurda Karate FORKI Babel Series 2 Piala Ketua FORKI Babel Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026.

Mereka adalah Karim Benzema dari kelas 3 Jeddah yang berhasil meraih Gold Medal, Naziya Aqilla Zuliastari dari kelas 5 Madinah yang juga meraih Gold Medal, serta Dzikra Alfarizy dari kelas 3 Madinah yang membawa pulang Bronze Medal.

Dua medali emas dan satu medali perunggu tersebut menjadi bukti bahwa semangat berprestasi murid SD Islam Al Azhar 71 Pangkalpinang tidak hanya tumbuh di ruang kelas, tetapi juga berkembang kuat di arena olahraga.

Di balik setiap medali itu, ada cerita tentang latihan, kedisiplinan, keberanian, doa, serta kemauan untuk terus mencoba.

Saat Keberanian Diuji di Arena Karate

Arena pertandingan memiliki suasana yang berbeda dari ruang kelas.

Tidak ada buku yang harus dibuka. Tidak ada soal yang harus ditulis. Namun, seorang peserta harus mampu mengingat seluruh teknik yang telah dipelajarinya sekaligus mengendalikan emosi ketika berhadapan dengan lawan.

Karate menuntut konsentrasi tinggi.

Dalam kategori kumite, peserta perlu memperhatikan gerakan lawan, menentukan waktu yang tepat untuk menyerang, mempertahankan posisi, sekaligus mengikuti aturan pertandingan.

Bagi anak usia sekolah dasar, pengalaman seperti ini memiliki nilai pendidikan yang besar.

Mereka belajar bahwa keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut. Keberanian adalah kemampuan untuk tetap maju meskipun merasa gugup.

Nilai itulah yang ditunjukkan Karim, Naziya, dan Dzikra.

Baca Juga: 9 Murid Al Azhar 71 Borong Juara Fun Archery!

Karim Benzema Raih Gold Medal Kumite

Kabar membanggakan pertama datang dari Karim Benzema, murid kelas 3 Jeddah SD Islam Al Azhar 71 Pangkalpinang.

Karim berhasil meraih Gold Medal kategori Kumite Pra Usia Dini -20 Kg Putra dalam Kejurda Karate FORKI Babel Series 2.

Untuk mencapai podium tertinggi tentu bukan perkara mudah.

Karim harus menghadapi lawan yang juga telah mempersiapkan diri melalui latihan. Setiap pertandingan membutuhkan fokus, ketepatan, sekaligus keberanian mengambil keputusan dalam waktu yang sangat singkat.

Saat pertandingan berlangsung, seluruh latihan yang dilakukan sebelumnya seolah diuji dalam beberapa menit.

Namun Karim mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Medali emas yang diraihnya menjadi buah dari keberanian untuk bertanding dan kesungguhan dalam menjalani proses.

Prestasi tersebut tentu menjadi kebanggaan bagi dirinya, keluarga, serta seluruh keluarga besar SD Islam Al Azhar 71 Pangkalpinang.

Naziya Aqilla Zuliastari Juga Bawa Pulang Emas

Prestasi berikutnya datang dari Naziya Aqilla Zuliastari, murid kelas 5 Madinah.

Naziya berhasil mempersembahkan Gold Medal kategori Kumite Pra Pemula -25 Kg Putri.

Dengan senyum bangga, Naziya menunjukkan medali dan sertifikat penghargaan yang berhasil diperolehnya.

Namun di balik foto kemenangan tersebut terdapat proses yang tidak selalu terlihat.

Latihan karate membutuhkan kedisiplinan. Seorang karateka harus terus mengulang teknik yang sama hingga gerakannya menjadi lebih baik. Keseimbangan, kecepatan, konsentrasi, dan pengendalian diri semuanya harus dilatih secara berkelanjutan.

Naziya membuktikan bahwa murid perempuan juga mampu menunjukkan keberanian dan kemampuan luar biasa di arena karate.

Prestasi tersebut sekaligus menjadi inspirasi bagi murid lainnya agar tidak ragu mengeksplorasi bakat yang mereka miliki.

Dzikra Alfarizy Persembahkan Bronze Medal

Tidak kalah membanggakan, Dzikra Alfarizy, murid kelas 3 Madinah, turut mengharumkan nama sekolah dengan meraih Bronze Medal kategori Kumite Usia Dini -25 Kg Putra.

Medali perunggu tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang patut diapresiasi.

Dalam sebuah kompetisi, setiap peserta tentu datang dengan keinginan untuk memperoleh hasil terbaik. Namun nilai terbesar dari pertandingan sebenarnya tidak hanya terdapat pada posisi akhir.

Ketika seorang anak berani masuk ke arena, menghadapi lawan, mengikuti pertandingan hingga selesai, dan menerima hasil dengan sportif, ia telah memperoleh pengalaman yang sangat berharga.

Dzikra telah menunjukkan mental tersebut.

Prestasinya menjadi pelengkap kebahagiaan bagi SD Islam Al Azhar 71 Pangkalpinang dalam Kejurda Karate FORKI Babel Series 2 tahun 2026.

Inspirasi untuk Murid SD Islam Al Azhar 71 Pangkalpinang

Prestasi tiga karateka muda tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi inspirasi.

Setiap murid mungkin memiliki arena perjuangannya sendiri.

Bagi Karim, Naziya, dan Dzikra, arena tersebut adalah tatami karate.

Bagi murid lainnya, mungkin arena itu adalah olimpiade sains, pertandingan olahraga, kompetisi seni, lomba bahasa, atau kegiatan lainnya.

Yang terpenting bukan membandingkan satu anak dengan anak lainnya.

Yang jauh lebih penting adalah membantu setiap anak menemukan kemampuan terbaiknya dan memberikan kesempatan agar kemampuan tersebut terus berkembang.

Karena sebuah prestasi besar sering kali dimulai dari keberanian kecil untuk mengatakan, “Saya ingin mencoba.”

Selamat, Karim, Naziya, dan Dzikra!

Selamat kepada Karim Benzema, Naziya Aqilla Zuliastari, dan Dzikra Alfarizy atas prestasi membanggakan pada Kejurda Karate FORKI Babel Series 2 Piala Ketua FORKI Babel Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2026.

Semoga dua medali emas dan satu medali perunggu yang berhasil diraih menjadi motivasi untuk terus berlatih, tetap rendah hati, dan berani mengejar prestasi berikutnya.

Semoga keberhasilan ini juga menginspirasi seluruh murid SD Islam Al Azhar 71 Pangkalpinang untuk terus mengembangkan bakat, menjaga semangat belajar, serta berani memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan.

Temukan Potensi Anak Ayah dan Bunda Bersama Al Azhar 71!

Ayah dan Bunda sedang mencari sekolah Islam di Pangkalpinang yang tidak hanya memperhatikan akademik, tetapi juga mendukung perkembangan karakter, olahraga, kreativitas, serta bakat anak?

Mari kenali lebih dekat SD Islam Al Azhar 71 Pangkalpinang.

Di lingkungan pendidikan yang Islami dan suportif, setiap murid didorong untuk belajar, berani mencoba, menemukan potensinya, serta tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan berprestasi.

SD Islam Al Azhar 71 Pangkalpinang — mendampingi setiap langkah kecil menuju prestasi besar.

Postingan Terkait